Desaku Rowoyoso

Desaku Rowoyoso

Share

Konten Random

27/03/2026

Nanti Malam Bareng Keluarga Besar BEKEN
Di Rowoyoso Wonokerto Pekalongan

23/03/2026

1 KORBAN LEDAKAN PETASAN DI KURIPAN MENINGGAL DUNIA

PEKALONGAN - Ledakan petasan di Kuripan Kidul Gg. 2 kelurahan Kuripankertoharjo pada Senin (23/3) siang tadi, berakhir duka. Satu dari tiga korban ledakan, akhirnya meninggal di ruang IGD RSUD Bendan, pada Senin malam.

Korban diketahui berinisial MSAI (14 tahun) yang merupakan warga setempat. Korban meninggal akibat luka bakar di sekujur tubuh dan mengalami luka yang tergolong berat.

Usai disucikan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan esok pagi.

dr Bryan Abednego selaku dokter jaga IGD RSUD Bendan membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, korban meninggal sekira pukul 19.30 WIB, atau 4 jam masa perawatan.

Sementara dua korban lainnya berinisial MMS (17 tahun) dan MA (14 tahun) masih mendapat perawatan intensif di ruang IGD RSUD Bendan.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariyandi melalui Kasat Reskrim, AKP Setyanto terus menghimbau kepada masyarakat, agar saling peduli untuk mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja, akan bahaya dan akibat dari petasan.

*Sumber: Trie Tanpa Kucir

16/03/2026

Kabar kecelakaan yang dialami Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika (GPS), di ruas Tol Pekalongan – Batang sempat membuat banyak pihak khawatir.

Menanggapi berbagai pertanyaan yang masuk, ia memastikan dirinya bersama sang anak, Devi Narasari, dalam kondisi baik dan tidak mengalami luka.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi Minggu sore saat perjalanan dari Jakarta menuju Solo. Mobil yang ditumpangi Pasek bersama anak dan sopirnya ditabrak dari belakang oleh sebuah bus di ruas tol tersebut.

“Karena banyak sekali yang bertanya memastikan kondisi saya dan anak saya, maka saya sampaikan kondisinya baik-baik saja atas kecelakaan di Tol Pekalongan–Batang saat perjalanan Jakarta–Solo,” ujar Pasek seperti unggahan dalam akun FB-nya tadi malam.

Setelah kejadian, mobil yang mereka tumpangi ditinggalkan sementara di Pos Tol Jasa Marga Batang untuk penanganan lebih lanjut. Sementara Pasek bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Solo dengan bantuan rekan-rekannya.

Ia menegaskan bahwa dirinya, sang anak, serta sopir berada dalam keadaan sehat tanpa luka sedikit pun. Pasek menyebut keselamatan tersebut tidak lepas dari doa para sahabat serta keyakinannya terhadap perlindungan Tuhan, leluhur, dan Ida Sesuhunan.

Sebelumnya, Pasek juga sempat mengunggah foto dirinya bersama anak dan sopir dalam kondisi sehat dengan latar belakang mobil yang mengalami kerusakan akibat ditabrak bus dari belakang.

Menurutnya, kronologi kejadian dapat terlihat dari dua video yang direkam melalui dashcam mobilnya serta dashcam kendaraan lain yang berada di belakang dan berhasil merekam aksi bus yang melaju ugal-ugalan sebelum menabrak mobilnya.

Meski mengalami benturan cukup keras dari belakang, kendaraan yang mereka tumpangi dinilai mampu melindungi penumpang dengan baik.

“Mobil J6 Chery lumayan mampu melindungi penumpangnya walau hantaman busnya lumayan kencang dari belakang,” ujarnya.

Pasek pun kembali menegaskan bahwa dirinya, anak, dan sopir selamat serta dalam kondisi sehat setelah insiden tersebut. [Selengkapnya dikolom komentar...]

*Sumber: NusaBali. Com

16/03/2026

Kontroversi Unggahan "Rakyat Jelata" Berujung Permintaan Maaf
...
MediaOnline – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah unggahan kontroversial yang menyebut "rakyat jelata" dalam nada sindiran. Unggahan tersebut diduga ditulis oleh seorang individu yang bekerja di SPPG daerah Tlahab Kecamatan Karangreja Purbalingga kemudian menuai hujan kritik dari warganet.

Kontroversi bermula dari sebuah tangkapan layar yang beredar luas, memperlihatkan percakapan dan komentar bernada sarkastik. Dalam unggahan awal, penulis menyindir "rakyat jelata yang kurang bersyukur" disertai emoji tawa. Frasa ini langsung memicu reaksi negatif karena dianggap merendahkan masyarakat biasa.

Tak berhenti di situ, diskusi berlanjut di kolom komentar. Warganet lainnya menegur pengunggah dengan mengingatkan bahwa sumber penghasilan yang ia nikmati berasal dari pajak yang dibayar oleh "rakyat jelata". Hal ini semakin memanaskan situasi, apalagi ketika pengunggah merespons dengan nada defensif. Ia menyatakan hanya bekerja mengikuti perintah atasan, dan dengan nada santai menambahkan, "tidak s**a monggo diskip" atau dilewati saja.

Puncaknya, pengunggah akhirnya mengeluarkan pernyataan permohonan maaf resmi. Dalam pernyataan yang beredar, ia mengakui bahwa tulisannya tidak benar dan bahasa yang digunakan sangat tidak pantas. Ia menyatakan menyesal dan berjanji akan lebih berhati-hati di masa depan.

Namun, permintaan maaf tersebut tidak serta-merta meredakan amarah warganet. Banyak yang menilai permintaan maaf itu terlalu mudah dan terkesan tidak tulus. Sebuah komentar bernada sinis bahkan menuliskan, "Segampang itu minta maaf, ooo Tidak saya matikan rakyat jelata!!" yang kembali memicu perdebatan.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya etika dalam bermedia sosial, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor publik atau institusi yang didanai oleh uang rakyat. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari pihak terkait, termasuk kemungkinan sanksi internal terhadap yang bersangkutan.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan asli telah dihapus dan akun yang bersangkutan tidak lagi dapat diakses.

*Sumber: Beritaa Purbalinggaa

16/03/2026

Ratusan pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menerima bantuan Tunjangan Hari Raya (THR) yang bersumber dari zakat melalui kerja sama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Jumat, (13/3/2026).

Program penyaluran THR bagi guru PAUD tersebut merupakan kegiatan rutin yang telah berjalan selama empat tahun terakhir. Tahun ini, ratusan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD menerima bantuan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus.

Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Baznas atas kerja sama yang terus terjalin dalam program tersebut.

Menurutnya, jumlah penerima bantuan tahun ini memang sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat sekitar 784 penerima, tahun ini menjadi sekitar 657 orang. Namun, ia menjelaskan bahwa penurunan jumlah tersebut bukan karena berkurangnya perhatian, melainkan karena semakin banyak guru PAUD yang sudah mendapatkan perlindungan atau bantuan dari program lain.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian kami kepada para guru PAUD yang telah berdedikasi luar biasa untuk anak-anak kita, generasi penerus bangsa. Mereka telah menyempatkan waktu, tenaga, dan perjuangan yang tidak sedikit untuk mendidik anak-anak,” ujar Inggit.

Ia berharap kegiatan pemberian THR dari zakat ini dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai bentuk apresiasi kepada para pendidik PAUD. Inggit juga mengucapkan terima kasih kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menjadi muzaki dan menyalurkan zakatnya melalui Baznas.

“Kami berharap ke depan para guru PAUD tidak hanya menjadi penerima zakat, tetapi juga dapat menjadi muzaki. Namun yang terpenting, perhatian dan kepedulian kepada mereka akan terus kami berikan agar semangat para guru PAUD tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat sekitar 657 pendidik dan tenaga kependidikan PAUD yang menerima bantuan THR.

Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya bantuan ini diprioritaskan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun setelah dilakukan penelusuran, masih terdapat lebih dari 100 tenaga pendidik PAUD yang belum tercatat dalam sistem tersebut.

Karena jumlahnya cukup besar, pemerintah memutuskan untuk tetap memberikan bantuan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, baik yang sudah maupun yang belum terdaftar di Dapodik.

“Kami sangat menghimbau dan mendorong para pendidik serta tenaga kependidikan PAUD agar segera terdaftar di Dapodik. Hal ini penting karena menjadi bukti keabsahan data dan juga demi kepentingan mereka sendiri,” jelas Mabruri.

Ia menambahkan bahwa kebijakan pemberian bantuan zakat kepada seluruh tenaga pendidik PAUD tersebut merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah Kota Pekalongan bersama Bunda PAUD dan Baznas dalam upaya berbagi kebahagiaan menjelang hari raya.

Melalui program ini, diharapkan para guru PAUD di Kota Pekalongan semakin termotivasi dalam menjalankan tugas mulia mereka dalam mendidik anak-anak sejak usia dini.

*Sumber: Pemerintah Kota Pekalongan

16/03/2026
16/03/2026

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Warga Muhammadiyah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah pun dapat melaksanakan shalat Idul Fitri pada Jumat mendatang di berbagai lokasi yang telah disediakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekalongan.

Setiap lokasi telah ditentukan imam dan khotib yang memimpin shalat dan khutbah, untuk memastikan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.

Umumnya, pelaksanaan shalat Idul Fitri dimulai antara pukul 06.15 hingga 06.30 waktu setempat.

Selengkapnya, berikut daftar lokasi shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Kota Pekalongan pada Jumat, 20 Maret 2026, dikutip dari Muhammadiyah Pekalongan:

15 Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Kota Pekalongan
Hari: Jumat, 1 Syawal 1447 H/20 Maret 2026 M

Waktu: 06:15 WIB

1. Lapangan Jendral Sudirman. Kawasan Pendidikan MBS Putri Taruna Krapyak

- Imam : Ust. Drs. H. M. Zaini. S.Pd.i., M.Si

- Khotib : Ust. Mubariyin, S.Pd.. M.Pd.

2. Halaman Masjid Darul Iman / Panti Asuhan Muhammadiyah Timur

- Imam : Ust. M. Burhan Hidayat, S.Pd., M.M.

- Khotib : Ust. M. Burhan Hidayat, S.Pd., M.M.

3. Halaman Parkir Transmart

- Imam : Ust. Dr. Usamah Said, S.E., M.Si.

- Khotib : Ust. Dr. Usamah Said, S.E., M.Si

4. Halaman Masjid Al-Ihsan Kraton

- Imam : Ust. Ashof Ulinuha, B.Sh., Al-Hafidz

-:Khotib : Ust. Asfal Fu'ad, M.Pd.

5. Halaman Kecamtan Pekalongan Selatan

- Imam : Ust. Luqman Hakim, S.Pd.

- Khotib : Ust. Luqman Hakim, S.Pd

6. Lapangan Mataram

- Imam : Ust. Dr. Moh. Hasan Bisysri, M.Ag.

- Khotib : Ust. Dr. Moh. Hasan Bisysri, M.Ag.

7. Masjid Al-Mannar Landungsari Gg.20

- Imam : Ust. Slamet Tohirin, M.Pd.

- Khotib : Ust. Slamet Tohirin, M.Pd.

8. Halaman Parkir Barat Stadion Hoegeng

- Imam : Ust. Dr. Zainal Arifin, M.Pd.

- Khotib : Ust. Dr. Zaenal Arifin, M.Pd.

9. Lapangan Bola Setono

- Imam : Ust. Drs. H. Nurkhan

- Khotib : Ust. Drs. H. Nurkhan

10. Halaman Masjid Dhiyaausyams

- Imam : Ust. Nurrohman, S.Pd.I

- Khotib : Ust. Nurrohman, S.Pd.I

11. Halaman SD Muhammadiyah 02 Bendan

- Imam : Ust. Drs. H. Pasrum Affandi

- Khotib : Ust. Drs. H. Pasrum Affandi

12. Halaman POM Bensin Kintong

- Imam : Ust. M. Khareun, M.Pd.. Al-hafidh

- Khotib : Ust. Iman Santosa

13. Masjid Al-Fatah. Kuripan Lor. Gg.12

- Imam : Ust. Agus Siswanto

- Khotib : Ust. Agus Siswanto

14. Halaman Parkir Superindo Gajah Mada

- Imam : Ust. M. Alfian Nurul Azmi, S.Ud

- Khotib : Ust. M. Alfian Nurul Azmi, S.Ud

15. Lapangan Peturen Tirto

- Imam : Ust. Aly Auliya, Lc., M.Hum

- Khotib : Ust. Aly Auliya, Lc.. M.Hum.

*Sumber: Tribunnews. Com

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address

Jakarta