09/06/2026
Pemerintah telah menyampaikan tanggapan atas pandangan fraksi-fraksi DPR RI terhadap KEM-PPKF 2027.
Pembahasan selanjutnya akan dilanjutkan bersama Badan Anggaran dan Komisi XI DPR RI sebagai bagian dari proses penyusunan RAPBN 2027.
Lalu, seperti apa detilnya ya? Swipe yuk!
08/06/2026
Tekanan dinamika global mereda, kinerja ekonomi Indonesia semakin terakselerasi.
Per Mei 2026, PMI Manufaktur Indonesia kembali masuk zona ekspansi di level 50, menunjukkan aktivitas produksi mulai menguat di tengah dinamika eksternal.
Perbaikan ini terutama didukung oleh kenaikan
permintaan domestik. Indeks Keyakinan Konsumen, Mandiri Spending Index, serta penjualan mobil dan motor tetap tumbuh tinggi pasca-Idulfitri.
Di tengah dinamika eksternal, APBN terus berperan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli, dan mendukung momentum pertumbuhan nasional. Defisit APBN terkendali, keseimbangan primer juga masih mencatatkan surplus. Kondisi ini menunjukkan ruang fiskal tetap sehat dan dikelola secara hati-hati.
Postur APBN sampai dengan Mei 2026:
-Pendapatan negara Rp1.185 triliun
-Belanja negara Rp1.365,4 triliun
-Defisit APBN 0,70% PDB
-Surplus keseimbangan primer Rp58,6 triliun
04/06/2026
Pembahasan KEM-PPKF 2027 terus berlanjut.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 4 Juni 2026, fraksi-fraksi menyampaikan pandangan dan masukan terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal sebagai bagian dari proses penyusunan RAPBN 2027.
Swipe untuk simak selengkapnya.
01/06/2026
Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Mari menjadikan Pancasila sebagai dasar dan pedoman dalam memperkuat persatuan serta membangun Indonesia yang maju dan berkelanjutan.
27/05/2026
Di balik momen penuh canda saat Idul Adha, tersimpan nilai tentang keikhlasan, ketulusan berbagi, dan semangat kebersamaan.
Semoga Hari Raya Idul Adha menjadi pengingat untuk terus menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama🤍
Selamat Hari Raya Idul Adha.
21/05/2026
Pemerintah menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 20 Mei 2026 lalu.
Sebagaimana amanat konstitusi dan undang-undang, KEM-PPKF menjadi bagian dari proses Pembicaraan Pendahuluan dalam rangka penyusunan RAPBN Tahun 2027, sekaligus memuat arah kebijakan ekonomi dan fiskal Pemerintah ke depan.
Yuk, swipe untuk simak poin-poin pentingnya!
20/05/2026
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui KEM–PPKF 2027, “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”, Pemerintah menyiapkan arah kebijakan yang mendukung ekonomi berputar lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan rakyat. 📈
Selengkapnya? Temukan jawabannya di:
Ngonten Fiskal – KEM PPKF 2027: Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat
🗓️ Kamis, 20 Mei 2026
⏰ 14.00 - 15.00 WIB
📍 Youtube DJSEF Kemenkeu
[https://www.youtube.com/live/nRSAz7rAvAI]
Narasumber:
👨💼 Ardi Sugiyarto, Analis Kebijakan, DJSEF
🧕 Dewi Puspita, Analis Kebijakan, DJSEF
Moderator:
👨💼 Arthur Brahmantyo, Pegawai DJSEF
Stay tuned untuk quiz di tengah acara! 🎁
20/05/2026
Meski tekanan eksternal masih menjadi tantangan, Indonesia tetap optimis untuk tumbuh.
Sampai dengan akhir kuartal pertama tahun 2026, kinerja ekonomi masih tetap solid. Indikator perekonomian terjaga baik, daya beli masyarakat juga tetap terlindungi dı tengah gejolak harga komoditas energi.
Postur sampai dengan April 2026
-Pendapatan negara Rp918,4 triliun
-Belanja negara Rp1.082,8 triliun
-Defisit APBN 0,64% PDB