14/06/2026
Sampurasun, Sahabat Statistik.
Dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), BPS Jabar menyelenggarakan kegiatan Persiapan Pelaksanaan Lapangan Pendataan SE2026 di Kabupaten Subang pada 12–14 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memitigasi berbagai potensi kendala yang mungkin dihadapi pada pelaksanaan pendataan lapangan SE2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Statistisi Ahli Madya dan Ketua Tim di lingkungan BPS Jabar, serta Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Jabar. Kehadiran seluruh unsur pelaksana menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan organisasi menghadapi salah satu kegiatan statistik terbesar yang akan dilaksanakan tahun ini.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati, memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga kualitas data, konsistensi pelaksanaan lapangan, serta penguatan koordinasi antarjenjang dalam menyukseskan SE2026. Beliau menekankan bahwa keberhasilan pendataan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, pemahaman konsep dan definisi, serta kemampuan mengantisipasi berbagai dinamika di lapangan.
Berbagai materi strategis dibahas dalam kegiatan ini, mulai dari manajemen lapangan, identifikasi permasalahan dan mitigasi risiko, administrasi kegiatan, hingga penguatan peran Garda SE2026. Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta juga berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam menghadapi tantangan operasional di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara BPS Jabar dan BPS Kabupaten/Kota dalam mewujudkan pelaksanaan SE2026 yang berkualitas, akurat, dan tepat waktu. Dengan persiapan yang matang, hasil SE2026 diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang berbasis data dan evidence-based policy.
14/06/2026
Sampurasun, Sahabat Statistik.
BPS Jabar menghadiri Rapat Koordinasi Implementasi Pilot Project Transformasi Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran Berbasis Data Statistik dan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Setda Provinsi Jabar pada Jum’at (12/6). Bertempat di Oud Soemêdang, Klassieke Huizen in Tjidjêlér, Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekda Jabar, Herman Suryatman.
Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati, hadir didampingi oleh Statistisi Ahli Madya BPS Jabar, Isti Larasati Widiastuty dan Mohammad Jalaluddin, serta Statistisi Ahli Muda BPS Jabar, Yayat Hidayat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat daerah Provinsi Jabar, Pemda Kabupaten Sumedang, serta unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif Pemda Provinsi Jabar bersama BPS Jabar dalam mengembangkan pendekatan berbasis data statistik dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung transformasi penanganan kemiskinan dan pengangguran secara lebih tepat sasaran.
Dalam forum diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta membahas berbagai aspek implementasi pilot project, mulai dari ketersediaan dan integrasi data, pemanfaatan teknologi AI dalam pengolahan dan analisis data, hingga strategi kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan intervensi kebijakan yang lebih efektif.
Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa data statistik yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam perumusan kebijakan pembangunan. Melalui kolaborasi ini, BPS Jabar mendukung pemanfaatan data yang lebih optimal untuk mengidentifikasi permasalahan, menentukan sasaran program, serta memantau hasil intervensi secara terukur.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyerap masukan langsung dari pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga pengembangan model transformasi penanganan kemiskinan dan pengangguran dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan wilayah. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BPS, dan para pemangku kepentingan, diharapkan pilot project ini dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain di Jabar.
09/06/2026
Sampurasun, Sahabat Statistik.
Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati, didampingi oleh Statistisi Ahli Madya BPS Jabar, Yuni Anggorowati, beserta tim, menghadiri undangan Sekda Jabar di Gedung Sate pada Selasa (9/6). Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan RI, Cris Kuntadi, hadir dalam kegiatan tersebut.
Pertemuan ini digelar dalam rangka membahas berbagai permasalahan sosial yang terjadi di Jabar, khususnya pengangguran. Pada kesempatan tersebut, Margaretha Ari menyampaikan bahwa BPS Jabar siap mendukung program pemerintah dalam mengatasi pengangguran. “Kami siap menyediakan data dan insight untuk menyelesaikan permasalahan pengangguran di Jabar,” tegas beliau.
Selain itu, Margaretha Ari pun mengusulkan agar perusahaan-perusahaan besar perlu didorong untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui program CSR. “Berbagai program CSR dari perusahaan-perusahaan besar seperti di wilayah Bekasi dan Karawang secara tidak langsung dapat juga mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran,” tambah beliau.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan BPS dalam merumuskan solusi berbasis data terhadap berbagai permasalahan ketenagakerjaan di Jabar. Harapannya, dukungan data statistik yang akurat dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan, berbagai program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran sehingga mampu menekan angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pembangunan Jabar.
05/06/2026
Sampurasun, Sahabat Data.
BPS Jabar menghadiri kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Barat Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat di Aula Utama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Kota Cimahi, Kamis (4/6).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembahasan terkait penurunan Indeks Demokrasi Jawa Barat Tahun 2025 serta sebagai forum dialog antara para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi capaian indeks tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, BPS Jabar diwakili oleh Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Barat, Isti Larasati Widiastuty, bersama tim. Kehadiran BPS Jabar merupakan bagian dari dukungan terhadap penyediaan data statistik yang berkualitas sebagai dasar dalam memahami perkembangan demokrasi di Jawa Barat.
Rapat dengar pendapat ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, lembaga penyelenggara pemilu, akademisi, media massa, serta organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam ekosistem demokrasi di Jawa Barat. Diskusi berlangsung konstruktif dengan membahas berbagai indikator penyusun Indeks Demokrasi Indonesia, tantangan yang dihadapi, serta upaya kolaboratif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di daerah.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, lembaga terkait, akademisi, media, dan masyarakat dalam mendukung terciptanya iklim demokrasi yang semakin berkualitas di Jawa Barat.