16/09/2021
Sobat BiGS, apapun yang dinyatakan oleh orang sukses seringkali dianggap benar atau menginspirasi para penyimaknya.
Istilahnya, Orang Sukses itu ngomong apa aja enak. Setuju..? Hehehe
Lalu apa yang dimaksud Dale Carnegie di atas ya?!
Pernah juga d**g Kamu bicara berapi-api menceritakan kejadian nyata yang Kamu alami kepada teman-teman kalian. Cerita yang mungkin menurut kalian menginspirasi, lucu, menegangkan, seram, dll. Tetapi tentuanya sesuatu yang memang jarang dialami orang lain.
Nah, dalam sebuah presentasi pun begitu, sesuatu yang disampaikan oleh oleh Public Speaker mengenai suatu pengalaman dalam kehidupan seringkali membuat audiens tertarik untuk menyimaknya. Namun, jangan kebanyakan juga yaa… Nanti malah dianggap curhat sehingg lepas dari materi yang ingin disampaikan. Hehehe
Kurang lebih seperti itulah pemahaman Mr BiGS mengenai quote yang disampaikan Dale Carnegie di atas. Seseorang yang dilahirkan dari keluarga miskin di pertanian di Missouri dan menjadi penulis buku terlaris di seluruh dunia sepanjang sejarah berjudul Bagaimana Cara Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain. Selain penulis, Dale Carnegie juga seorang Public Speaker yang sukses.
If you can speak, you can influence. If you can influence, you can change lives
Dale Carnegie
06/09/2021
Pernah ngga sih Sobat BiGS merasakan atau melihat seseorang men-judge atau menilai orang lain hanya melalui gesture, ekspresi wajah, atau gerakan tangan ? Menyimpulkan atau menilai orang lain bahwa orang tersebut ngga pede atau kepedean, rendah hati atau sombong, sukses atau tidak sukses, ahli atau tidak ahli, dst hanya gara-gara bahasa tubuh yang dilihatnya. Belom tentu valid namun manusiawi loh…Jadi, pastikan bahasa tubuh kita saat berbicara di depan audiens tetap dijaga agar mereka menilai positif terhadap kita. Bahkan sebaiknya kita bisa lebih pandai menggunakan bahasa tubuh agar audiens kita semakin paham atau yakin dengan apa yang kita sampaikan. Karena memang ternyata 80% pesan yang disampaikan oleh pembicara lebih cepat dipahami melalui bahasa tubuh. Begitu kurang lebih yang disampaikan Deborah Bull, Anggota Dewan Bangsawan Britania Raya yang juga seorang penari, penulis, dan penyiar serta mantan direktur kreatif Royal Opera House.
“Body language is a very powerful tool. We had body language before we had speech, and apparently, 80% of what you understand in a conversation is read through the body, not the words.”
-Deborah Bull-
02/09/2021
Kemampuan dan Kemauan memang seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Salah seorang sobat Mr BiGS, sebut saja Mawar, yang bekerja sebagai manager library di sebuah TV Nasional pernah bilang, “Aku tuh ngga pernah ada keinginan jadi seorang Public Speaker. Jadi, ngapain melatih kemampuan Public Speaking. Lagian setiap hari juga Aku kerjanya di belakang meja” Kurang lebih seperti itu pernyataannya.
Sekian bulan berselang, perusahaan tempat Mawar bekerja membeli beberapa perusahaan media informasi non TV untuk melebarkan sayapnya dan menjadi sister company.
Nah, Suatu waktu, Mawar yang dianggap ahli perpustakaan dan dokumentasi ini diminta perusahaan untuk presentasi berbagi ilmu kepada divisi Library Sisters Company tersebut dengan jumlah peserta tidak kurang dari 50 orang. Menurut sobat Mr BiGS, kira-kira bagaimana perasaan si Mawar ini..? Apakah permintaan perusahaan tersebut bisa ditolak.? Apa yang akan terjadi jika menolak? Dan apa yang terjadi jika disanggupi..?
Sobat BiGS, quote Brian Tracy di atas bener banget kan..?!
Andai saja Mawar mau belajar Public Speaking dan mau menguasainya, kapanpun perusahaan minta Mawar presentasi tentunya Mawar akan lebih siap untuk tampil maksimal.
Seperti halnya bersepeda, jika Sobat BiGS sudah berhasil menguasai skill bersepeda, maka skill tersebut akan melekat pada diri Sobat BiGS. Begitu juga dengan skill Public Speaking, meskipun mungkin sudah jarang di asah, tetapi jika dasarnya sudah dikuasai, maka rasa takut, grogi, gemetar, dsb akan segera bisa diatasi.
“Communication is a skill that you can learn. It’s like riding a bicycle or typing. If you’re willing to work at it, you can rapidly improve the quality of every part of your life”
-Brian Tracy, Author-
31/08/2021
Seorang Pemimpin, mau tidak mau, harus menguasai skill Public Speaking.
Pemimpin harus siap untuk memimpin meeting, mempresentasikan ide-idenya, pendapat, rencana, ataupun strategi-strategi kepada anggotanya, atasannya, bahkan semua yang berkepentingan (stake holder) di perusahaannya.
Dia harus pandai menerjemahkan sebuah informasi untuk menyampaikannya kembali, meyakinkan, membujuk, mengarahkan sesuai tujuannya melalui kemampuannya sebagai seorang Public Speaker.
Kemampuan Public Speaking seorang pemimpin akan menentukan berhasil atau tidaknya implementasi sebuah ide kreatif, terpecahkan atau tidaknya permasalahan, dan tepat atau tidaknya keputusan yang diambil.
“Pemimpin yang baik adalah mereka yang tahu kapan, di mana, dan bagaimana berkomunikasi dengan orang lain.Seorang Pemimpin, mau tidak mau, harus menguasai skill Public Speaking.
Pemimpin harus siap untuk memimpin meeting, mempresentasikan ide-idenya, pendapat, rencana, ataupun strategi-strategi kepada anggotanya, atasannya, bahkan semua yang berkepentingan (stake holder) di perusahaannya.
Dia harus pandai menerjemahkan sebuah informasi untuk menyampaikannya kembali, meyakinkan, membujuk, mengarahkan sesuai tujuannya melalui kemampuannya sebagai seorang Public Speaker.
Kemampuan Public Speaking seorang pemimpin akan menentukan berhasil atau tidaknya implementasi sebuah ide kreatif, terpecahkan atau tidaknya permasalahan, dan tepat atau tidaknya keputusan yang diambil.
“Pemimpin yang baik adalah mereka yang tahu kapan, di mana, dan bagaimana berkomunikasi dengan orang lain.
-esq 165-