11/06/2026
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Haidar Alwi Gelar Acara Akbar Doa Untuk Negeri di GBK Bersama Haddad Alwi dan NDX AKA.
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Stadion Utama Gelora B**g Karno (GBK) Jakarta direncanakan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah dalam sebuah kegiatan kebangsaan bertajuk Doa Untuk Negeri. Digagas oleh Ir. R. Haidar Alwi, MT, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, acara akbar ini akan menghadirkan Haddad Alwi dan NDX AKA untuk mengajak masyarakat mendoakan Indonesia yang damai, rakyat yang bersatu, serta kesuksesan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga tahun 2029.
Mengusung semangat persatuan dan optimisme nasional, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk memperkuat rasa persaudaraan, kecintaan kepada tanah air, dan harapan terhadap masa depan Indonesia.
Menurut Haidar Alwi, bangsa yang besar tidak boleh kehilangan ruang untuk bersatu. Di tengah derasnya arus informasi, perbedaan pandangan, dan dinamika sosial yang terus berkembang, masyarakat membutuhkan momentum yang mampu mempertemukan seluruh elemen bangsa dalam suasana yang sejuk, damai, dan penuh harapan.
*"Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang mampu membangun jalan, pelabuhan dan gedung-gedung tinggi. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga persatuannya. Ketika doa, persaudaraan dan optimisme rakyat bertemu dalam satu ruang kebangsaan, di situlah lahir kekuatan moral yang menjadi fondasi kemajuan sebuah negara,"* tegas Haidar Alwi.
*Doa Untuk Negeri dan Patriotisme Spiritual bagi Indonesia.*
Haidar Alwi menjelaskan bahwa kegiatan Doa Untuk Negeri lahir dari keyakinan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kekuatan ekonomi, teknologi, dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral yang mampu menyatukan masyarakat dalam satu tujuan bersama.
Karena itu, acara ini dirancang sebagai wadah bagi masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta keberlanjutan pembangunan nasional. Acara tersebut terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, profesi maupun kelompok sosial.
Haidar Alwi menyebut kegiatan ini sebagai bentuk Patriotisme Spiritual, yaitu kecintaan kepada bangsa dan negara yang diwujudkan melalui doa, persatuan, kepedulian sosial, serta semangat untuk terus memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara yang semakin maju apabila persatuan tetap dijaga dan optimisme masyarakat terus dirawat. Karena itu, Doa Untuk Negeri diharapkan mampu menjadi energi positif yang memperkuat semangat kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda, milenial, dan Gen Z yang akan menjadi penerus pembangunan nasional.
*"Persatuan adalah investasi kebangsaan yang nilainya jauh lebih besar daripada apa pun. Ketika rakyat memiliki harapan yang sama terhadap masa depan bangsanya, maka Indonesia akan memiliki kekuatan luar biasa untuk melangkah maju,"* ujar Haidar Alwi.
*Mendoakan Prabowo, Gibran dan Kapolri demi Indonesia yang Semakin Maju.*
Selain menjadi momentum doa bagi bangsa dan negara, acara Doa Untuk Negeri juga akan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendoakan keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan amanah rakyat hingga tahun 2029.
Haidar Alwi menilai bahwa berbagai program pembangunan nasional membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi rakyat Indonesia. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui doa dan semangat kebersamaan yang terus dijaga.
Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, masyarakat juga akan diajak mendoakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta stabilitas nasional.
Menurut Haidar Alwi, keamanan merupakan salah satu fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Tanpa stabilitas yang terjaga, pembangunan akan sulit berjalan secara maksimal. Karena itu, peran Polri sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat patut mendapatkan dukungan serta apresiasi dari seluruh elemen bangsa.
*"Ketika para pemimpin bangsa dan para penjaga keamanan negara diberikan kesehatan, kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugasnya, maka manfaatnya akan kembali kepada rakyat. Karena itu, mendoakan mereka adalah bagian dari ikhtiar bersama membangun Indonesia,"* kata Haidar Alwi.
*GBK Akan Menjadi Lautan Sholawat, Doa dan Semangat Persatuan.*
Pemilihan Stadion Utama Gelora B**g Karno bukan tanpa alasan. Stadion yang selama puluhan tahun menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa Indonesia itu dinilai memiliki nilai simbolik sebagai ruang persatuan rakyat Indonesia.
Dengan kapasitas yang dapat menampung puluhan ribu hingga sekitar 100 ribu peserta, GBK diharapkan menjadi saksi berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah dalam satu semangat yang sama, yakni mendoakan Indonesia agar tetap damai, bersatu, aman, dan semakin maju.
Untuk menghadirkan suasana yang religius sekaligus dekat dengan generasi muda, acara ini akan menghadirkan Haddad Alwi dan NDX AKA. Haddad Alwi dikenal luas melalui karya-karya sholawat yang menyejukkan dan telah menjadi bagian dari perjalanan dakwah di Indonesia selama bertahun-tahun. Sementara NDX AKA dipilih sebagai representasi generasi muda yang memiliki kedekatan kuat dengan kalangan milenial dan Gen Z di berbagai daerah.
Melalui perpaduan doa, sholawat, musik, dan pesan-pesan kebangsaan, Doa Untuk Negeri diharapkan menjadi salah satu kegiatan kebangsaan terbesar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi simbol bahwa persatuan tetap menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan menuju masa depan.
*"Doa Untuk Negeri bukan sekadar acara, melainkan ajakan untuk mengingat kembali bahwa Indonesia dibangun oleh harapan yang sama. Kita boleh berbeda latar belakang, profesi dan pandangan, tetapi kita memiliki satu tanah air, satu bangsa dan satu cita-cita. Karena itu mari kita bertemu di GBK, bersatu dalam doa, dan bersama-sama mengirimkan harapan terbaik untuk Indonesia,"* pungkas Haidar Alwi.

09/06/2026
08/06/2026
06/06/2026