11/06/2026
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan dampak pelemahan rupiah terhadap sektor kesehatan. Tingginya ketergantungan pada bahan baku obat impor berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan layanan kesehatan. Ia mendorong pemerintah mempercepat kemandirian farmasi nasional agar akses obat dan keberlanjutan JKN tetap terjaga.
11/06/2026
Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran DPR RI Cornelis menghadiri Rapat Paripurna DPR RI yang membahas KEM-PPKF RAPBN 2027 serta pengambilan keputusan RUU Polri. Ia menegaskan bahwa berbagai agenda strategis pemerintah harus dikawal secara serius agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.
11/06/2026
Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan bahwa sektor keimigrasian merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Karena itu, reformasi tata kelola, penguatan pengawasan, serta penegakan hukum yang tegas diperlukan agar negara tidak kalah oleh praktik mafia perizinan.
02/06/2026
Waspada terhadap maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang menawarkan kemudahan serta keuntungan instan.
Anggota DPR RI, Indah Kurnia, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran yang terlihat menguntungkan namun berisiko tinggi. Menurutnya, banyak masyarakat terjebak karena kurang memahami legalitas lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman maupun investasi.
Dalam sosialisasi bersama OJK di Sidoarjo, Indah mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 2L: Legal dan Logis sebelum mengambil keputusan keuangan.
✅ Cek legalitas perusahaan
✅ Pastikan skema yang ditawarkan masuk akal
Jangan sampai kemudahan hari ini berubah menjadi masalah keuangan di kemudian hari.
InvestasiBodong
02/06/2026
Program pembangunan 2 juta rumah yang digagas pemerintah kembali menjadi sorotan.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengingatkan bahwa target ambisius tersebut berpotensi hanya menjadi wacana jika tidak didukung kesiapan teknis, skema pembiayaan yang jelas, serta kriteria penerima yang realistis.
Menurutnya, perdebatan utama bukan terletak pada pelaksanaan, melainkan pada kesiapan program itu sendiri. DPR juga menyoroti sejumlah tantangan seperti ketersediaan lahan, daya beli masyarakat, hingga penyerapan anggaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau mulai Februari, saya yakin 2 juta rumah selesai akhir tahun. Tapi kalau baru mulai Juni atau Juli, program ini tidak akan selesai,” tegas Lasarus.
Menurut Anda, apakah target 2 juta rumah masih realistis untuk diwujudkan?
31/05/2026
Selamat Hari Raya Waisak 2569 BE. Semoga semangat cinta kasih, kebijaksanaan, dan kedamaian senantiasa menginspirasi kita untuk memperkuat persaudaraan, menjaga toleransi, serta bersama-sama membangun Indonesia yang harmonis, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.