Alhamdulillah....
Pantang pulang sebelum Menang๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Partai BURUH Kec MEDAN DENAI
Wujudkan negara sejahtera
Wujudkan PANCASILA
31/10/2024
Buruh menang Buruh menang Buruh menang
Sampaikan kepada seluruh Buruh Indonesia gugatan uji materiel Undang undang Omnibuslaw cipta kerja di Mahkamah Konstitusi oleh Serikat Buruh dan partai Buruh.
Hidup Buruh
Bismillah, Insyaallah Hari Ini Akan Menjadi Hari Kemenangan Bagi Kaum Buruh Dengan Di Kabulkan nya Gugatan PB dan Gerakan Serikat Buruh dan Serikat Pekerja di Mahkamah Konstitusi....
Alhamdulillah Insyaallah Ke Depan Akan Ada Upah Sektoral dan Kenaikan UMP Tidak Lagi Menggunakan PP 51 Artinya Ada Kesempatan Besar Kenaikan Upah Berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak...
Luar Biasa Kawan2 Semua Yang Terlibat.....
Perjuangan Panjang Ini Sungguh Tak Akan Mudah di Lewati dan Tak Akan Mudah di Lupakan....
Sejarah Akan Mencatatnya Dengan Baik Bahwa Kamu Telah Menjadi Bagian Penting Dari Perjuangan Kaum Buruh Dalam Membatalkan UU Omnibuslaw Cipta Kerja....
Semoga Allah SWT Selalu Memberikan Kita Semua Kekuatan , Kesehatan dan Kesabaran Serta Tuhan Membalas Dengan Ganjaran Kebaikan Yang Berlipat Ganda....
Aamin Ya Robbal Alamin...
17/04/2024
Selamat Memperingati Hari Perjuangan Petani Internasional, 17 April.
Dalam kesempatan ini, Partai Buruh menegaskan solidaritasnya terhadap petani dan rakyat tak bertanah di seluruh dunia. Kami mendukung sepenuhnya semangat Reforma Agraria dengan tegas mendesak pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan "Tanah untuk Petani dan Rakyat Tak Bertanah."
21/03/2024
21/03/2024
*"Selama Ini Kau Hebat, Kau Pasti Kan Didengar"*
Oleh: Kahar S. Cahyono
_Dalam perjuangan kelas pekerja, di mana setiap hari adalah pertempuran untuk keadilan, kita telah membangun alat bagi mereka yang tak bisa bersuara. Menjadi pedang tajam, memotong kebisuan dan ketidakadilan, membuka jalan bagi terangnya harapan. Menunjukkan bahwa dalam setiap tetes keringat, dalam setiap luka yang diderita, terdapat cerita keberanian yang tak terkalahkan._
Kemarin sore, Sekjen Partai Buruh, B**g Ferri Nuzarli, mengirimkan pesan WhatsApp. Isinya tentang perolehan suara Partai Buruh: 0,64%. Saya termenung, merasakan getirnya kekecewaan, seperti seorang anak yang menerima raport dan dinyatakan tidak naik kelas.
Sedih? Iya. Saya tidak ingin berpura-pura seolah-olah semuanya baik-baik saja.
Dan semalam, dalam perjalanan pulang dari Jakarta, ketika membuka akun TikTok, potongan lirik lagu "Jiwa Yang Bersedih" dari Ghea Indrawari menggema di telinga.
Menangislah
Kan kau juga manusia
Mana ada yang bisa
Berlarut-larut
Berpura-pura sempurna
Sampaikan pada jiwa yang bersedih
Begitu dingin dunia yang kau huni
Jika tak ada tempatmu kembali
Bawa lukamu biar aku obati
Tidakkah letih kakimu berlari
Ada hal yang tak mereka mengerti
Beri waktu tuk bersandar sebentar
Selama ini kau hebat
Hanya kau tak didengar
Ach, _brengsek_ betul algoritma media sosial ini bekerja. Ia seperti mengerti perasaan saya, menghantui pikiran. Seolah kecerdasan buatan itu benar-benar mampu merasakan kesedihan manusia. Jika kamu sedih, maka yang disodorkan di media sosial pun tentang kesedihan. Jika kamu rindu, lagu-lagu nostalgia yang akan menggema syahdu.
Dan itu seperti menusuk hati dengan sembilu: _"Tidakkah letih kakimu berlari?"_
Di dalam pertarungan politik yang panjang dan melelahkan, banyak hal yang tampaknya harus kita pahami. Ada perjuangan, ada harapan, dan ada kekecewaan yang mendalam. Namun, di tengah heningnya kekecewaan, seperti ada kekasih hati yang sedang berbisik lembut, _"Beri waktu tuk bersandar sebentar."_
Selama ini kita telah menunjukkan keberanian dan keteguhan hati yang luar biasa. Di setiap langkah, di setiap kampanye, di setiap advokasi, kita telah menunjukkan apa artinya berjuang dengan sebaik-baiknya. "Selama ini kau hebat," saya kira, ini adalah sebuah pengakuan yang harus terus diingat, meski dunia seakan tak mendengar.
Mungkin terasa bahwa semua usaha itu sia-sia. Namun, jangan biarkan kekecewaan ini memadamkan api perjuangan dalam diri. "Hanya kau tak didengar," mungkin itu yang kau rasakan saat ini. Tapi jangan lupa, dalam setiap suara yang terabaikan, ada kekuatan yang terpendam.
Di setiap sudut petak ladang dan persawahan, di gang-gang sempit yang dihuni miskin kota, di setiap denyut mesin yang tak henti-hentinya, setidaknya kita telah berdiri tegak, membela hak-hak yang seharusnya menjadi milik bagi semua. Karenanya, ketika dikatakan "selama ini kau hebat," itu bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan atas keteguhan hati.
Satu hal yang pasti, dalam perjuangan kelas pekerja, di mana setiap hari adalah pertempuran untuk keadilan, kita telah membangun alat bagi mereka yang tak bisa bersuara. Menjadi pedang yang tajam, memotong kebisuan dan ketidakadilan, membuka jalan bagi terangnya harapan. Menunjukkan bahwa dalam setiap tetes keringat, dalam setiap luka yang diderita, terdapat cerita keberanian yang tak terkalahkan.
Jadi, teruslah berjuang, teruslah bersuara. Biarkan pedang perjuanganmu terus tajam, memotong setiap rintangan, membuka jalan bagi masa depan yang lebih adil dan lebih baik.
Mari terus ingatkan diri, bahwa ini bukan akhir perjalanan. Ini hanyalah awal dari babak baru dalam sejarah perjuangan. Bersama, kita akan terus berlari, berjuang, dan pada akhirnya, kita pasti akan tampil sebagai pemenang.
_Tidakkah letih kakimu berlari_
_Ada hal yang tak mereka mengerti_
_Beri waktu tuk bersandar sebentar_
_Selama ini kau hebat_
_Hanya kau tak didengar_
_Selama ini kau hebat_
_Kau pasti akan didengar_
*Kahar S. Cahyono*, _Wakil Presiden FSPMI, KSPI, dan Ketua Bidang Infokom dan Propaganda Partai Buruh_
14/02/2024
Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! ๐ B**g Lolo Barasa
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Address
Jalan Selam V No 39
Medan
20228
