Negara seolah-olah...
Kabar Perubahan
Wujudkan Indonesia Adil & Sejahtera
Inspiratif
15/06/2026
Muhammadiyah : Tidak ada toleransi untuk Boti.
Seandainya pejabat² sekarang spt beliou ,sejahtera rakyat Indonesia, hrs digaungkan integritas beliau
14/06/2026
Selama ini kita sering melihat tanda tangan Presiden Indonesia, namun tanda tangan para wakil presidennya jarang menjadi perhatian. Mulai dari Mohammad Hatta hingga Gibran Rakabuming Raka, masing-masing memiliki bentuk dan karakter yang unik, mencerminkan identitas pribadi sekaligus menjadi bagian dari jejak sejarah bangsa. Geser untuk melihat bagaimana gaya tanda tangan para Wakil Presiden Indonesia berkembang dan berubah dari generasi ke generasi.
Tulis komentar Anda ✍️
13/06/2026
Apa lagi yg kau dustakan....?
Masihkah kita tutup mata...
12/06/2026
Setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya.
Nah Bapak yg satu ini adalah pemimpin yang salah masa. Ketika usia sudah lanjut, sifat manusia cenderung akan kembali seperti anak2. Bahkan tak sedikit yang lebih rewel dan sangat merepotkan melebihi anak2. Bicara sering ngelantur, tutur kata tak terarah dan semaunya sendiri.
Orang tua macam ini menuntut anak-anaknya harus super sabar dan lapang dada. Diingatkan tidak mau mendengar, dibiarkan malah menjadi-jadi.
#
Kritik Dianggap Makar: Manipulasi Dalil Demi Penguasa? "Jangan s**a kritik pemerintah, kita harus taat sama Ulil Amri. Yang ngritik itu pembenci dan tukang makar!"
Pernah dengar narasi seperti ini di media sosial? Mari kita bedah manipulasi logika kotor yang sering berlindung di balik jubah agama ini:
1️⃣ False Equivalence (Menyamakan Kritik dengan Benci) Kritik kebijakan yang merugikan rakyat BUKAN berarti benci. Analogi sederhana: Kalau kamu lihat supir bus yang kamu tumpangi lagi ngantuk dan mau masuk jurang, apa kamu akan diam saja dengan alasan 'taat pada supir'? Teriak mengingatkan supir yang salah jalan justru adalah bentuk kepedulian menyelamatkan nyawa seisi bus!
2️⃣ Kepatuhan Itu Bersyarat, Bukan Buta Kelompok yang menuntut 'kepatuhan mutlak' layaknya menyembah Tuhan itu sangat berbahaya. Dalam kaidah teologi yang sehat, ketaatan pada pemimpin itu bersyarat: Selama tidak memerintahkan kezaliman dan kerusakan.
3️⃣ Complicity (Keterlibatan dalam Kejahatan) Menonton negara salah urus, diam melihat APBN dikorupsi, dan membiarkan rakyat kelaparan hanya demi mempertahankan 'label taat', itu BUKAN kesalehan. Itu adalah bentuk keterlibatan dalam kejahatan struktural. Demokrasi butuh Check and Balance. Negara butuh 'rem cakram' dari nalar kritis masyarakatnya, bukan cuma butuh segerombolan Yes Man yang kerjanya cuma manggut-manggut cari aman. Loyalitas tertinggi kita adalah pada keadilan rakyat, bukan ego penguasa! Sepakat?
Yuk diskusi di kolom komentar! 👇
09/06/2026
Sejumlah unggahan lama milik Partai Gerindra dan Prabowo Subianto kembali viral di media sosial di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang kini menembus Rp18.200 per dolar AS.
Warganet ramai membagikan kembali cuitan-cuitan lama yang pernah mengkritik pemerintah terkait kondisi rupiah, ekonomi, hingga kesejahteraan rakyat. Beberapa unggahan yang beredar bahkan berasal dari periode 2011 hingga 2018, saat Prabowo dan Gerindra masih berada di luar pemerintahan dan aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan ekonomi nasional.
Fenomena ini kembali menjadi perbincangan setelah rupiah mengalami pelemahan tajam dari kisaran Rp16.000 ke Rp18.000 per dolar AS hanya dalam hitungan bulan. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tertekan hingga menyentuh level 5.500, memicu kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar keuangan domestik.
Banyak netizen menilai isi cuitan lama tersebut terlihat kontras dengan situasi yang terjadi saat ini, sehingga memunculkan gelombang nostalgia sekaligus kritik politik di berbagai platform media sosial. - 📷
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Indonesia
Central Jakarta
50241
